Cetak Pendidik Tangguh Bencana, BPBD Jatim Gelar TOF SPAB untuk Sekolah

Artikel-Mu 06 Jul 2026 13:29 3 min read 53 views By bambangelpacitano

Share berita ini

Cetak Pendidik Tangguh Bencana, BPBD Jatim Gelar TOF SPAB untuk Sekolah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Training Of Facilitator (TOF) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) secara blended system (daring pada 22–23 Juni 2026 dan luring pada 6–7 Juli 2026 di Surabaya). Diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari 38 kabupaten/kota, pelatihan yang menghadirkan pemateri lintas sektor ini bertujuan dibekalinya tenaga pendidik dengan lima kompetensi utama—mulai dari manajemen bencana hingga pembuatan jalur evakuasi. Melalui program ini, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan Endang Mulyani Putro berharap mitigasi bencana dapat terinternalisasi sebagai budaya siaga dan kebutuhan dasar di setiap kelas, bukan sekadar formalitas administratif demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang tangguh.


foto: Kalaksa BPBD Jawa Timur Membuka ToF SPAB.


Surabaya
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan. Melalui program Training Of Facilitator (TOF) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), para kepala sekolah dan guru digembleng agar mampu menciptakan ekosistem sekolah yang tanggap terhadap ancaman bencana.

Kegiatan intensif ini diikuti oleh 50 peserta perwakilan dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pelatihan dilakukan dengan metode blended system, yakni secara daring pada 22-23 Juni 2026 dan dilanjutkan secara luring (tatap muka) pada 6-7 Juli 2026 di Hotel Southern Surabaya serta Kantor BPBD Jawa Timur.

Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, SE, M.PSDM, menjelaskan bahwa lewat pelatihan ini para tenaga pendidik dibekali pengetahuan serta keterampilan taktis yang wajib diterapkan di sekolah masing-masing.

"Melalui TOF SPAB ini, para peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkait lima poin utama," ujar Gatot dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Berikut 5 poin utama materi yang didapatkan para peserta TOF SPAB Jatim:

  1. Pentingnya Penerapan SPAB di Sekolah: Peserta diharapkan memahami nilai penting dari penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana sebagai perlindungan menyeluruh terhadap keselamatan peserta didik.

  2. Standar Fasilitas Sekolah Aman dari Bencana: Pemahaman tentang pentingnya infrastruktur yang aman dan sesuai standar mitigasi bencana guna mengurangi risiko kerusakan fisik saat terjadi bencana.

  3. Manajemen Bencana di Sekolah: Penyusunan SOP evakuasi dan penyelamatan taktis yang dapat dijalankan secara kompak oleh seluruh warga sekolah dalam keadaan darurat.

  4. Penguatan Edukasi Kebencanaan: Mengintegrasikan edukasi kebencanaan ke dalam materi pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga siswa dapat mengenali potensi bencana sejak dini dan belajar untuk tanggap situasi darurat.

  5. Pemahaman Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Sementara: Peserta dilatih menyusun dan mengimplementasikan peta jalur evakuasi serta titik kumpul yang aman dan mudah diakses oleh seluruh warga sekolah.

Di lokasi yang sama, Endang Mulyani Putro, M.Pd., menyampaikan harapan besar agar pelatihan ini tidak berhenti sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata, melainkan menjadi pemantik nyata budaya sadar bencana.

"Pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pemantik budaya 'siaga' yang terinternalisasi dalam keseharian sekolah. Saya ingin pendidik memandang mitigasi bencana sebagai kebutuhan dasar, bukan beban administratif," tegas Endang.

Endang menambahkan, sinergi ini merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi anak-anak bangsa.

"Melalui kolaborasi antar-sekolah, pemerintah, dan masyarakat, kita akan membangun ekosistem tangguh yang membekali siswa dengan life skills nyata. Keberhasilan ini saya ukur dari seberapa dalam semangat 'Jawa Timur Tangguh Bencana' meresap hingga ke pelosok kelas. Mari jadikan sinergi ini investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan Indonesia yang resilien," lanjutnya.

Guna memastikan bobot kompetensi yang maksimal, acara ini menghadirkan para pemateri andal dari berbagai lintas sektor. Di antaranya berasal dari BPBD Jawa Timur, Sekretariat Nasional (Seknas) SPAB, Ikatan Guru Indonesia (IGI), BKPSDM Jawa Timur, hingga Kwarda Pramuka Jawa Timur.

(Elp)

Cokro15
Chat with us on WhatsApp